Sementara itu, Gun, oknum Intel yang dituduh mengawal timah juga membantah tudingan media.
“Semenjak ada Satgas yang diterjunkan di Provinsi Bangka Belitung pengawasan timah yang ada di Babel tersebut sudah sangat terawasi dengan ketat. Dan apabila ada indikasi keterlibatan saya selaku aparat monitor wilayah sah-sah saja untuk memonitor situasi. Seperti kejadian dilapangan untuk antisipasi sebagai pulbaket wilayah untuk bahan laporan pimpinan,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).
Dalam pemeriksaan, kata Gun, konfirmasi yang sudah dilakukan ke yang bersangkutan.
“Bahwa saya selaku aparat monitor wilayah tidak pernah melibatkan diri untuk aktivitas pertimahan baik itu tambang atau pun jual beli timah,” tegasnya.
Gun menambahkan, dari pemberitaan yang menuding ada dugaan atas keterlibatan oknum anggota hanya omong kosong saja.
“Berita yang dibuat tersebut tidak disertai bukti-bukti, data dan fakta di lapangan adanya keterlibatan dalam pengiriman biji timah ke pabrik smelter MGR,” tandasnya. (**)
















