Seluruh anak tetap mendapatkan pendidikan, meskipun beberapa di antaranya merupakan anak difabel.
Menurut Ayu, panti yang telah berdiri sejak tahun 2015 itu masih memiliki berbagai keterbatasan, baik dari segi bangunan maupun pembiayaan operasional sehari-hari.
“Selama ini pemerintah sudah memberikan perhatian, namun memang belum maksimal. Kami berharap ke depan bisa memiliki donatur tetap karena selain kebutuhan hidup, ada beberapa anak yang membutuhkan obat-obatan rutin,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh TP PKK Provinsi Babel bersama Noni Hidayat kepada anak-anak panti.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, yang pelaksanaannya di daerah didorong lebih dinamis dan tidak hanya bersifat seremonial, melalui berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, seperti aksi sosial, layanan kesehatan gratis, donor darah, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan peduli lingkungan. (***)
(Sumber : Dinas Kominfo)
















