Proses seleksi peserta juga didorong agar dilakukan secara objektif dengan menjaring calon-calon potensial dari masjid, musala, maupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Yansyah menilai potensi keagamaan yang ada di tengah masyarakat harus diikuti dengan pembinaan yang konsisten agar dapat berkembang secara maksimal.
“Kami ingin semangat ini dijaga. MTQ ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun moral dan mental anak-anak kita. Kalau generasi Qur’ani ini kuat, insyaallah lingkungan kita juga akan semakin baik,” katanya.
Para lurah juga diminta aktif memantau perkembangan peserta binaan di wilayah masing-masing serta melaporkan hasil pembinaan secara berkala.
Kecamatan Taman Sari berharap penguatan koordinasi tersebut dapat melahirkan pola pembinaan yang lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk meningkatkan prestasi pada ajang MTQ tingkat kota hingga provinsi.
“Pembinaan MTQ pun tidak hanya diarahkan pada kemampuan peserta tampil dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an”, tutupnya. (Suf)
















