MUBA, SUARAPOS.CO.ID – Momen Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya persediaan daging kurban, baik daging sapi maupun kambing.
Namun, tahukah Anda bahwa cara penyimpanan yang keliru justru bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya?
Guna memastikan daging kurban tetap higienis dan tahan lama, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membagikan panduan penting bagi masyarakat.
Dokter Hewan Dinas TPHP Kab. Muba, drh. Dedy, menegaskan bahwa kunci utama dalam menjaga kualitas segala jenis daging, khususnya daging kurban, terletak pada proses penyimpanan yang cepat dan tepat.
“Agar daging tetap awet dan terhindar dari kontaminasi bakteri berbahaya, tindakan terbaik adalah langsung menyimpannya begitu selesai didistribusikan,” ujar drh. Dedy.

















