banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Kesehatan

Cetak Perawat Tangguh, Unimus Semarang Gelar Pelatihan BTCLS 118 Tahun 2026

×

Cetak Perawat Tangguh, Unimus Semarang Gelar Pelatihan BTCLS 118 Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID, SEMARANG – Sebanyak 113 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) 118 yang digelar pada 9 – 13 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung C Rumah Sakit Unimus Semarang lantai 3 dan menjadi agenda penting dalam penguatan kompetensi kegawatdaruratan calon perawat profesional.

Pelatihan BTCLS 118 dirancang sebagai program intensif untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar penanganan trauma dan henti jantung. Selama lima hari, peserta menjalani sesi teori, demonstrasi klinis, serta simulasi kasus darurat yang dirancang menyerupai kondisi nyata di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca Juga  Manfaat Tomat Ceri untuk Kesehatan dan Cara Tepat Mengonsumsinya

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Unimus, Ns. Mariyam, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.An, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari bekal utama mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

BTCLS adalah kompetensi yang sangat dibutuhkan di rumah sakit. Selain ijazah profesi, sertifikat BTCLS menjadi syarat penting yang menunjang kesiapan lulusan di dunia kerja, ujarnya saat membuka pelatihan.

Menurutnya, kompleksitas kasus pasien di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut perawat memiliki kemampuan respons cepat dan terstandar dalam menghadapi kondisi kritis.

Oleh karena itu, mahasiswa profesi ners tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus terlatih secara teknis dan mental dalam situasi kegawatdaruratan.

Baca Juga  Ini Manfaat Kesehatan Rebusan Daun Bawang

Dosen Program Studi Keperawatan Unimus, Ns. Yanuan Ben Olina, S.Kep., MNS., Sp.Kep.Kom, menyampaikan bahwa BTCLS sangat relevan bagi mahasiswa yang akan menjalani praktik klinik di IGD.

“Di IGD, keputusan klinis harus diambil dalam hitungan menit bahkan detik. Mahasiswa harus mampu menentukan prioritas tindakan dan mengenali kondisi mana yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterampilan triase, penilaian airway, breathing, circulation (ABC), serta stabilisasi awal pasien menjadi fondasi utama dalam praktik keperawatan gawat darurat. Melalui skenario simulasi berulang, mahasiswa dilatih untuk meningkatkan kepekaan klinis sekaligus ketegasan dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga  Buah Sawo Ternyata Kunci Bisa Membuat Kulit Cerah