banner hut pemkot
previous arrow
next arrow
Suara Banyuasin

Bupati Askolani Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Kelola Mangrove Banyuasin

×

Bupati Askolani Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Kelola Mangrove Banyuasin

Sebarkan artikel ini

SUARAPOS.CO.ID, PANGKALAN BALAI – Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan dan pelestarian ekosistem mangrove.

Langkah tersebut mengemuka saat Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menerima audiensi Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kementerian Kehutanan bersama Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumatera Selatan di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Selasa (15/9/2026).

Audiensi tersebut membahas peran KKMD sebagai wadah koordinasi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Banyuasin.

Baca Juga  Pemkab Banyuasin Akan Lakukan Seleksi PPPK Jalur Khusus

Dalam pertemuan itu terungkap, Banyuasin memiliki sekitar 80 persen kawasan mangrove yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Pengelolaan mangrove di Sumatera Selatan diarahkan melalui Rencana Aksi KKMD Provinsi Sumatera Selatan 2024–2030. Rencana tersebut mencakup enam isu prioritas dengan 57 kegiatan, mulai dari pengendalian dan rehabilitasi mangrove, pengembangan ekonomi pesisir, peningkatan kualitas permukiman nelayan, konservasi, hingga penguatan data dan informasi mangrove.

Bupati Banyuasin Askolani menegaskan, besarnya potensi mangrove di Banyuasin membutuhkan kolaborasi dan pembagian peran yang jelas antarpihak.

Baca Juga  Pj. Bupati Hani Komit Mendukung Penyelenggara Pemilu Tahun 2024

“Ini harus kita sambut baik dan tentunya kita dukung melalui sinergi dan kerja bersama. Kita sangat setuju untuk bekerja bersama, karena kewenangan masing-masing berbeda. Namun, dalam wilayah Kabupaten Banyuasin, sinergitas ini tentunya sangat penting untuk dilakukan,” tegas Askolani.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam pengembangan mangrove adalah Sungsang IV. Kawasan tersebut telah memiliki izin Hutan Desa dengan luasan sekitar 553 hektare.

Sejumlah kegiatan rehabilitasi juga telah dilakukan di kawasan tersebut bersama masyarakat dan berbagai mitra. Ke depan, Sungsang IV direncanakan untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove yang memadukan aspek konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Pelaporan Jadi Kunci, Sekda Banyuasin Tekankan Akurasi Data DAU Spesifik Grant 2026