SUARAPOS.CO.ID, BANYUASIN — Persoalan kerusakan jalan dan akses masyarakat menjadi perhatian Bupati Banyuasin Ir. H. Askolani, SH., MH saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Banyuasin I, Selasa (18/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Banyuasin duduk bersama perwakilan PT Tranfasifik Agro Industri dan PT Tunas Baru Lampung yang beroperasi di Desa Merah Mata. Pertemuan berlangsung di kediaman Kepala Dusun 3, Desa Merah Mata, dan turut membahas kondisi infrastruktur jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.

Askolani menegaskan, penanganan kerusakan jalan membutuhkan sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Menurutnya, akses tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga, tetapi juga menunjang aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah tentu akan memperhatikan kondisi jalan ini. Namun, kami juga mengajak pihak perusahaan untuk bersama-sama mencari solusi agar akses masyarakat dapat diperbaiki dan digunakan dengan aman serta nyaman,” ujar Askolani.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti persoalan akses jalan yang ditutup atau dipasangi portal oleh pihak perusahaan.
Ia menegaskan agar kejadian semacam itu tidak terjadi di wilayah tersebut. Askolani bahkan mengingatkan bahwa kendaraan perusahaan selama ini turut menggunakan jalan kabupaten.
“Mobil perusahaan bebas melintas di jalan kabupaten, tapi masyarakat mau lewat jalan perusahaan jalannya di portal. Ini jangan sampai terjadi di sini. Kalau ada, nanti jalan kabupaten juga saya tutup untuk mobil perusahaan,” tegasnya di hadapan perwakilan perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Askolani sebagai bentuk penegasan pentingnya keadilan dalam pemanfaatan akses jalan serta menjaga hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat.
Perusahaan Siap Kerahkan Alat Berat
Sementara itu, Regional Controller wilayah Sumatera Selatan, David Arisandri, menjelaskan bahwa perusahaan selama ini berupaya menjalankan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Menurut David, ketika ditemukan kerusakan jalan yang berkaitan dengan aktivitas di sekitar perusahaan, pihaknya berupaya melakukan perbaikan. Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan baru saja membangun enam gedung sekolah dan satu ruang guru sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan.
Ke depan, pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk mendukung proses perbaikan jalan, termasuk dengan menyediakan armada dan alat berat apabila dibutuhkan.
















